25 February 2015

Sajak Sedih

Harum mu seperti malam,
yang menggatungkan bulan pada puncak langit,
yang menebarkan kerlip bintang
pada hamparan kegelapan,
membuat segala warna
dalam pekat.
Bahwa malampun bisa jadi penuh warna,
maka akulah malam, yang pernah
engkau beri sejuta bintang.

Nafasmu bagai ombak,
yang memecah sunyi laut,
menghempas pasir
menuju pantai
lantas terdiam.
Bahwa butir pasir bukanlah
sebongkah karang,
maka akulah sebutir pasir itu
yang pernah engkau hempaskan.





No comments:

Post a Comment